Untuk Kalian, Para Mahasiswa Baru

9/22/2018 , 0 Comments



Selamat untuk kamu, kalian, yang telah mendapatkan predikat "mahasiswa". Dimanapun kampus tempat kalian menimba ilmu, kalian adalah orang-orang yang sangat terpilih.

Kalian adalah warga Indonesia yang spesial secara keilmuan, nggak lebih dari 5% penduduk Indonesia yang mendapat pengalaman menjadi mahasiswa.

Kemudian,
Apa yang ada di benak kalian ketika mau menjadi mahasiswa?
Pengen kerja?
Prodi yang keren?
Jadi panitia event besar?

Oke, apapun itu ada hal-hal yang perlu kalian resapi dulu sebelum menentukan motivasi seperti yang aku tanyakan di atas. Bahkan sebenarnya, perlu jadi orientasi sebelum kita memutuskan mau menjadi mahasiswa.



-------------------
Pertama-tama kita perlu memahami bahwasanya ada satu keniscayaan ketika kita menjadi mahasiswa

Yaitu, mau tak mau, siap tak siap, menjadi mahasiswa adalah menjadi akademisi. Terjun di satu bidang keilmuan dan fokus di dalamnya, berlaku untuk semua orang berlabel mahasiswa, terkhusus para calon sarjana

Menjadi mahasiswa adalah menjadi insan yang lebih bertanggungjawab dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Juga menjadi lebih adil bahkan sejak dalam pikiran. Kita dilatih dan diposisikan sebagai generasi yang memiliki dasar yang kuat dalam tiap ucapan dan tindakan.

Karenanya, membaca, diskusi, berkawan dengan jurnal, bersahabat dengan laporan dan makalah adalah inti aktivitas mahasiswa. Sebagai pembuktian, bakti pada masyarakat sesuai ranah keilmuan diperlukan. Kalian adalah 5% penduduk sebagai arus utama, para pembawa perubahan dan kemajuan.

Sampai disitu esensi mahasiswa. Sisanya, sangat bergantung pada diri kalian.



--------------
Selamat datang di dunia pendidikan tinggi. Yang jauh lebih majemuk dibanding sekolah kalian dulu.

Kita bisa menjumpai ragam budaya, ragam usia, agama, pendapat, sikap, pendirian, kebiasaan. Jangan heran kalau kalian menemui perbedaan yang sebelumnya tak pernag kalian jumpai, atau bahkan tak pernah kalian bayangkan.

Disinilah sikap toleransi kalian --yang bukan hanya tentang agama-- diuji. Kita perlu mencoba lebih jauh untuk menerima banyak hal.

Mungkin agak sulit, karena dahulu kita terbiasa untuk menyamakan. Membuat banyak hal di lingkungan sekolah kita menjadi seragam.

Tapi, begitulah lingkungan yang berusaha memanusiakan manusia. Coba untuk pahami, terima perbedaan --selama tidak menyakiti.


-------------
Selamat datang pula di dunia pencerdasan dan pembebasan

Jangan khawatir untuk melakukan banyak hal yang nggak sesuai dengan keinginan teman-teman dan kakak tingkat di kampus.

Ketika menjadi mahasiswa, kamu punya ruang individu yang luas. Kalian bisa melepaskan diri dari hal-hal yang mengekang selama tidak mempengaruhi kelulusan kalian esok.

Akan sangat baik kalau kalian memanfaatkan waktu yang ada (kuliah lazimnya hanya ±24 sks, beda dengan sekolah yang ±35 sks) untuk melatih diri, mengasah kemampuan, dan memperluas jaringan.

Tinggal persoalamnya adalah label dan pandangan miring yang pasti dialamatkan kepada kita. Kalau aku sih, cuek saja. Toh, kita hidup untuk masa depan kita, bukan masa depan orang lain.



-----------
Selamat datang di dunia yang sangat jauh dari aturan yang mengekang. Aturan yang ada hanya etika berpakaian, jatah absen 25%, dan etika berkomunikasi. Selain itu, mungkin hanya urusan birokrasi.

Urusan dengan dosen pun mirip-mirip.
Tugas dosen ya sekedar memfasilitasi, bukan seperti guru yang memang harus menggurui. Tugas kita sebatas hadir, menghormati secukupnya, dan seputar tugas.

Kalau ada aturan selain itu, yakinlah bahwa semuanya hanya dibuat-buat. Kembali seperti bahasan di atas, terserah pada kalian mau bagaimana menyikapinya. Kadang kita perlu lebih berani, untuk kemudian membuktikan bahwa semua baik-baik saja.


------------------
Sisanya, kalian sudah besar, selamat menentukan masa depan
Selamat menjadi mahasiswa


"If you graduated from famous university, please respect the people graduated from the poor schools.
Those people like us graduated from from a poor university, please respect yourself. We have chosen"
 -Jack Ma



22 September 2018,
Nabhan Mudrik Alyaum
Mahasiswa Geografi UGM '16
Ketum PD IPM Kota Yogyakarta
Anggota Senat Mahasiswa (MPM KM UGM)

0 komentar: