Saran-saran Sepele (1)

9/25/2016 0 Comments

Iya, biasanya tentang hal-hal dibawah ini pasti dianggap berat. Padahal nggak kok, sepele semua, remeh-temeh. Tapi kan, biasanya yang sepele itu yang dilupakan...

Sumber : liputan6.com

Biar Nggak Pelupa
Jujur ini sulit, tapi nggak papa, sebagai manusia mau ngapain aja pasti bisa apalagi cuma urusan sepele. Apalagi sederhananya gini, setiap masalah pasti ada penyebabnya. Untuk pelupa, biasanya sih penyebabnya adalah teledor. Teledor hampir semuanya karena sering buru-buru atau karena labil konsentrasinya alias "mencoba multitasking tapi gagal" hahahaha...

Sumber : brainlesstales.com

Buru-buru dan gagal multitasking. Itu penyebabnya, berarti ketika kita sembuhin 2 penyebab itu, kebiasaan pelupa bakal ikut sembuh juga. Mulai kurangi buru-buru, dan mulai pelan pelan kalau melakukan sesuatu. Susun prioritas dan segera dituntaskan dulu biar konsentrasi nggak buyar kemana-mana.

Itu untuk ingatan jangka pendek sih. Kalau untuk ingatan jangka panjang yang masuk hitungan hari-minggu-bulan malah lebih gampang lagi. Sekarang kan ada fitur kalender-reminder di smartphone kita. Maksimalkan dengan baik dan taruh di home yang pasti bakal dilihat setiap mengaktifkan HP. Generasi berkemajuan harus melek teknologi untuk melawan kekurangan laah :)



Menulis

Menulis itu salah satu tingkat tertinggi kemampuan manusia merangkai kata. Sebagian besar manusia mulai belajar bicara di umur 1-2 tahun. Urutannya jelas, belajar berbicara, membaca, baru kemudian menulis. Yang lebih susah lagi terbukti banget ketika kita membaca sesuatu yang kita tulis, selambat apapun kemampuan kita membaca masih lebih cepat dibanding dengan menulis. Belum lagi kalau menulis harus berbobot, sesuai aturan, dsb; tambah susah lagi dah-_-

Sumber : manado.tribunnews.com

Eh tapi susah bukan berarti mustahil. Justru yang susah itu yang sangat mungkin ditaklukkan. Kita bisa mulai dengan peka, peka dengan keadaan sekitar. Misal begini, kita biasa lihat langit di pagi hari, tapi apa ada yang sadar kalau jenis awan tertentu itu merupakan calon awan hujan? biasanya sih enggak. Disitulah kepekaan dimulai.

Nggak cukup dengan peka, membaca jadi syarat selanjutnya. Eh tapi kan males banget harus baca segala....

Kalem aja, mulai baca dari apa yang elu senang. Mau komik bisa, bacaan ringan bisa, misal sekarang juga di Line ada Line Today yang membuat bacaan-bacaan dekat sekali dengan hidup kita. Nah ketika sudah mulai membaca walaupun sedikit, disitulah kita bisa mulai menulis. Status, tweets, caption kan juga tulisan, tinggal gimana caranya suatu saat bisa menulis untuk niat yang benar-benar menulis. Bukan sekedar jadi status, caption, atau tweets. Selamat menulis! ;)


Lolos Tes
Gue sangat yakin ada lebih dari 200 orang yang heran, bisa-bisanya Naban masuk UGM. Ya gimana nggak heran, ikut les enggak, belajar sekenanya, nilai tryout rendah, baru fokus UN-SBMPTN-UM UGM di H-seminggu, rata-rata nilai UN juga cuma kisaran 6,7. Tapi nyatanya lolos, jadi mahasiswa UGM, dimana banyak yang les justru masuk universitas negeri pun terseok-seok --bahkan nggak sedikit yang gagal.

Sumber : antoniasinclair.com

Sebenanya, gue secara pribadi juga merasa biasa-biasa saja. Belajar sekedarnya, fokus secukupnya. Tapi justru disitulah kekuatannya, ini semua tentang memahami diri dan keadaan. Sasaran gue bukan prodi hitz yang sulit-sulit, melainkan prodi yang benar-benar cocok dengan kemampuan dan jiwa diri sendiri. Selain itu, cara belajar juga sangat berpengaruh, gue nggak mau bimbel di luar karena gue merasa metode belajar nggak cocok dengan gue, lebih baik cari metode lain yang benar-benar sesuai. Pelajaran di sekolah pun sebenarnya sangat cukup, tinggal orangnya aja kaya gimana.

Yang penting kita sadar waktu. Silahkan mengincar jurusan kelas dewa, tapi jangan lupa untuk mengukur kemampuan dan membuka peluang realistis. Juga sesuaikan dengan waktu yang kita punya. Cara belajar cocok, waktu dan keadaan cocok, setelah itu Tuhan pasti meridhoi dan hasil nggak akan pernah mengkhianati usaha :)


Sepele semua bos, tapi ayo buktikan kalau itu semua memang sepele. Sepele adalah mudah, mudah adalah bisa banget dilakukan. Selamat menyepelekan :)

0 komentar: