Ada yang Merayakan Valentine?

2/13/2015 0 Comments


Suatu saat ada orang namanya Saint Valentine / Santo Valentinus meninggal tepatnya pada 14 Februari 269 M. Sejauh ini penyebab wafatnya itu ada 3 versi;

Versi 1
Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi 2
Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M

Versi 3
Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.


Oya, dari namanya bisa kita pastikan St. Valentine itu beragama Nasrani, hidup di Kerajaan Romawi zaman Kaisar Claudius II, yang mana disaat itu Romawi belum menganut Nasrani atau bahkan menentang Nasrani.

Dulu kala Romawi punya kebiasaan merayakan Lupercaria, hari kasih sayangnya mereka -adopsi nama dari Dewa Lupercus (Dewa Kasih Sayang)- pada tanggal 15 Februari. Nah, di tahun 494 M (Romawi udah menganut Nasrani pada saat itu) Paus Gelasius I dan pihak gereja nyari alternatif biar perayaan bukan ditujukan kepada dewa. Jadilah hari kematian St. Valentine sebagai sasarannya, karena kebetulan tanggalnya 14 Februari, sangat berdekatan. Era Lupercaria berakhir, Era Valentine Day's dimulai.

Untuk diingat :
Awalnya perayaan itu untuk menghormati dan mengkultuskan St. Valentine. Baru di penghujung abad pertengahan "Valentine Day's" berubah jadi "Hari Kasih Sayang", ada sumber menyebutkan itu terjadi karena kemiripan kata "valentine" dengan "galentine" (berarti galant atau cinta). Sekitar abad ke-14 lah kira kira Valentine Day's mulai dianggep sebagai Hari Kasih Sayang, dan perlahan bukan lagi jadi upacara keagamaan di gereja.
Cukup sampe disini bincang bincang sejarahnya.


Sekarang ini, dimana mana Valentine Day's selalu booming, dari tahun ke tahun makin booming. Hari Valentine sendiri (menurut gue) merupakan hari terjadinya rekor dunia; hari dengan orang terbanyak yang merasa dunia milik berdua.

Hari Valentine ini, kalo jadi hari/upacara keagamaan itu bagus. Tapi selain itu buruk doang, walaupun ada baiknya. Ini mau gue jelasin

Buruk :
Bagi Penganut Islam
Di dalam Islam udah banyak banget yang ngejelasin nggak baiknya kita ngikutin budaya semacam ini. Mulai dari alasan mendekati zina lah, mubadzir lah, foya-foya lah, ikut-ikut budaya yang nggak bener lah, dan banyak lagi "lah-lah" lainnya. Yang jelas, ngeliat realita jaman sekarang (apalagi di Hari Valentine) itu jauh banget dari budaya Islam yang ideal, mulai dari budaya hedon sampe kebiasaan berduaan bukan dengan mahramnya. Gue kira cukup paham ya? Kalo masih ngeyel sini biar gue jitak hehehe.


Bagi Orang yang "Berkasih-sayang"
Buat pembaca yang bisa berkasih sayang (maksudnya punya pasangan), Hari Valentine sangat sangat nggak perlu dirayakan. Pertama, hari kasih sayang itu harusnya tiap hari diwujudkan dalam hubungan, bukan di satu hari dalam setahun doang, cuma ikut-ikutan mainstream itu namanya. Kedua, kalau ada yang bilang itu "checkpoint", checkpoint di hari Valentine itu agak nggak logis weh, kalo masih ngejadiin Valentine sebagai checkpoint, terus hari jadi itu buat apa?

Belum lagi pengungkapan "kasih-sayangnya". Di hari valentine itu bejibun mawar dibeli dan dikasih ke orang terkasih, tersayang. Tapi.......... berapa banyak bunga yang bertahan lama? Palingan juga sebagian besar dibuang. Coklat juga, habis dikasih terus dimakan, terus hilang. Hilang sudah barang kenangannya :p
Habis berapa duit di malam Valentine? mending buat jajan sebulan hehe

Bagi Orang yang Nggak "Berkasih-sayang"
Valentine bakal jadi pemanas kuping doang. Dimana-mana kasih sayang disebut-sebut. Pacar lah. Istri lah. Tunangan lah. Momen ini cuma jadi muara nambah-nambah anggapan bahwa yang namanya "kasih-sayang" itu perlu banget. Padahal faktanya? Masih banyak orang yang justru harusnya, wajarnya, dan baiknya nggak "berkasih-sayang". Jadi, di momen Valentine ini bakal dianggep sekedar jadi tempat propaganda menyebarkan paham bahwa kita harus punya pasangan hidup. Okelah kalo itu buat orang yang udah masuk usia nikah dan tinggal nikah, lah kalo anak SD? Yasudahlah~


Baik :
Penjual-penjual
Setiap penjual nih pada kesenengen di momen Valentine. mereka bisa dengan gampangnya memanfaatkan orang-orang mainstream yang lagi pada keranjingan beli mawar sama coklat di hari itu. Belum lagi hadiah-hadiah ataupun tawaran lain yang bertebaran dimana-mana dari tempat belanja sampe tempat hang-out. Apalagi tahun ini Valentine-nya pas malem minggu, tambah rame dah durian runtuhnya.

Selamat buat para pedagang, selamat menderita buat yang berkasih sayang.


Pada akhirnya, gue cuma bisa sekedar ngasih penggabungan dari fakta-fakta yang ada di jaman sekarang ini. Jujur, dari segala sudut pandang gue prihatin banget ada kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik (atau bahkan sama sekali nggak baik) buat kita di banyak aspek tapi tetep aja kita lakuin dengan segala macem alasan yang mana itu nggak penting sama sekali buat kehidupan kita. Kini dan nanti.


disarikan dari :


*) Persembahan Spesial buat adek gue yang minta masnya nulis sesuatu tentang Valentine, biar bisa dibaca dia dan temen-temennya katanya.

0 komentar: