Saatnya Berani untuk Menyatakan Impian

11/21/2014 0 Comments

Banyak yang bilang, bermimpilah selagi bisa. Bermimpilah setinggi-tingginya, bermimpilah sepuasmu karena setiap mimpi itu gratis. Tapi kenyataannya? Gue berani bilang masih banyak banget orang yang takut punya impian apalagi sampe nyatain ke orang-orang. Walaupun udah banyak naehat-nasehat tentang impian yang bertebaran dimana mana.



Gue ngerti, impian itu setara dengan pertaruhan. Ada kemungkinan kejadian dan juga ada kemungkinan nggak kejadian. Walaupun impian bukan tindakan nyata, tapi impian bisa ngebuat kita ngelakuin tindakan nyata. Disitulah kekuatan impian dan disitulah impian bisa juga bikin kecewa kalau ketemu kegagalan, walaupun sekedar tindakan abstrak.

Impian itu bisa disebut sebagai "niat", tapi niat dalam bentuk yang lebih dahsyat. Impian itu niat yang kuat dan selalu ada jadi pegangan arah hidup, sampe impian menghasilkan tindakan, dan sampe tindakan dari impian itu menemui ujungnya. Dan ujung dari impian yang jadi ketakutan bersama adalah : impian yang gagal, nggak kesampean.

Dengan impian yang gagal, kita nggak cuma kehilangan hasil perjuangan yang udah kita lakuin, tapi juga kena beban moral. Apa itu? pandangan orang ke kita. Pasti orang orang bakal ngetawain kita entah dengan cara apa karena mau maunya kita punya mimpi muluk-muluk dan ujungnya cuma gagal.


Ya pokoknya gitulah kenyataannya. Dan ujung-ujungnya kita bakal bilang : "Oke lu boleh mimpi, tapi inget jangan tinggi tinggi biar kalo jatuh nggak sakit"

Come on, udah saatnya kita punya impian setinggi mungkin. Masalah jatuh, gagal, dan teman-temannya itu cuma masalah sepele, masalah sudut pandang kita.

Kita harus manfaatin positifnya impian, jangan lagi sampe kemakan kekuatan negatifnya si impian itu. Impian bikin kita selalu punya motivasi, ketika kita punya impian pasti kita tau kudu gimana untuk sampe ke impian yang kita pengen itu. Pernah ngerasain hidup yang gitu-gitu aja dan terlalu monoton? Itu karena kita nggak punya mimpi, atau mimpi kita kurang tinggi.


Lho kalo gagal gimana? Nah, kalo kita tinggi mimpinya walaupun gagal tetep aja mimpi itu berguna. Kan seenggaknya kita udah ngelewati proses untuk sampe ke impian itu, kita udah bisa ambil banyak manfaat dari motivasi yang berlipat karena punya impian yang tinggi. Yaa paling minimal waktu kita nggak kebuang sia-sia lagi.

Impian juga ngebuat kita untuk selalu konsisten, konsekuen, profesional. Dengan punya banyak impian yang tinggi-tinggi, kita jadi bisa cermat nimbang-nimbang semua yang bakal kita lakuin. Juga konsisten-istiqomah karena untuk mempertahankan mimpi itu ada aja cobaannya. Ayo kita ambil kekuatan positif dari mimpi, nggak usah takut bakal kecewa karena gagal. Kecewa itu gampang banget diabaikan, untuk orang-orang yang bisa pos-think (y)

Kalo udah berani punya impian yang tinggi, saatnya berani bilang ke orang bahwa kita punya impian yang tinggi.  Urusan orang mau sinis atau ngejek pas kita jatuh itu bisa diatasi.

Orang yang sinis ke kita itu kemungkinan besar orang yang nggak punya impian, atau nggak punya impian setinggi kita, atau kemungkinan juga nggak bisa ngertiin orang lain. Itu baru satu sisi.
Di sisi lain juga pasti bakal ada orang yang ngasih support kita. Dengan kita berani menyatakan mimpi, itu berarti nambah kemungkinan ngegapai impian bareng-bareng dengan banyak bantuan dari orang lain. Ingat ungkapan "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" kan? Yap semua bakal kerasa mudah kalau ada banyak orang yang bisa ngerti kondisi kita, ada di samping kita.

Mulai dari sekarang, ayo bikin impian yang tinggi dan bikin orang lain tau. Entah dengan lisan, tulisan, atau perbuatan. Yang pasti, impian bukan ambisi, kasih kepastian ke orang bahwa kita nggak omong doang dalam bermimpi itu. Buktikan dengan perbuatan-kelakuan.


Terakhir, konsekuensi dari impian yang gagal emang berat. tapi manusia diciptakan Sang Khalik punya kemampuan untuk menanggung beban dari konsekuensi dan bahkan berkembang gara-gara beban yang ada. Jadi, orang yang merasa nggak bisa nanggung beban, resiko, dan konsekuensi itu orang pikirannya lagi (maaf) nggak bener dan udah dilingkupi kabut negatif thinking. Ayolah, kamu manusia, kemauan manusia bisa ngebuat yang mustahil jadi sangat mungkin.

0 komentar: