Perempuan itu Lemah (?)

6/22/2016 2 Comments

Seringkali gue merasa banyak dari perempuan-perempuan yang seusia gue, atau sedikit lebih tua mungkin, sikap-sikap mereka berasa lemah gitu. Ya kasih contoh aja, sekedar ada ucapan yang bikin sakit hati bisa nangis lho. Urusan baper juga bisa dibilang perempuan berada di posisi yang lebih lemah, yang lebih mudah baper. Apalah pokoknya yang membandingkan laki-laki dan perempuan biasanya yang terlihat itu ya perempuan itu lemah.

Eit, tapi tunggu dulu. Baca dulu yang berikut ini sampe kelar..


Ibu


Nggak tau ya dengan definisi ibu yang lain. Tapi gue mendefinisikan ibu sebagai orang yang paling berani meluruskan kesalahan. Dalam bentuk marah/ngomel. Siapa yang nggak ada capeknya tiap hari ngomel? ibu. Siapa yang paling risih dengan keadaan rumah? Ibu. Siapa yang nggak ada abisnya ngasih gawean ke kita? Ibu.

Selain itu, ibu juga secara de facto jadi orang paling kuat di rumah. Setiap ibu baik ibu rumah tangga maupun wanita karir, pasti paling paham keadaan rumah. Juga jadi orang yang paling sering beres-beres rumah dan mengatur posisi perabot-perabot rumah. Ibu gue, ketika beres-beres kuat memindah posisi perabot apapun sebesar apapun dirumah, sendirian.

Dan jangan lupa, ketika kita masih kecil, siapa yang paling jago meredakan tangisan kita? Ibu.

Margaret Thatcher

Punya julukan Iron Lady (Wanita Besi) karena ketegasannya. Wanita pertama (dan sampai saat ini satu-satunya) yang menjadi perdana menteri Inggris. Menjadi perdana menteri Inggris terlama sepanjang abad-20 (1979 - 1990/ 11 tahun), 11 tahun itu udah termasuk sangat lama untuk negara dengan sistem pemerintahan parlementer. Karena di pemerintahan parlementer, sewaktu-waktu perdana menteri bisa diminta mundur oleh parlemen (setara DPR kalau di Indonesia). Tapi nyatanya, beliau nggak pernah diminta mundur, bahkan ketika lepas jabatan statusnya mengundurkan diri --bukan diminta mundur.

Di masa pemerintahannya terjadi Perang Falklands melawan Argentina, membuat Inggris mendapatkan kuasa atas Kepulauan Falklands (atau Malvinas yang dikenal oleh Argentina). Coba lihat deh di peta, posisi Kepulauan Falklands itu jauh lebih dekat banget dengan Argentina ketimbang Inggris. Tapi malah Inggris yang lebih menguasai, ketika referendum pun hampir semua penduduk pilih Inggris ketimbang Argentina. Sebegitu kerennya Margaret Thatcher

Banyak kebijakan lain yang sangat berani, kadang jauh menentang keadaan mainstream. Kelihatan dari quotes di atas  tuh.

Susi Pudjiastuti

Pemilik Susi Air, salah satu maskapai penerbangan terbesar di Indonesia dengan lebih dari 50 pesawat dan 185 pilot. Mendapatkan penghargaan Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy dari APEC pada 2011. Ibu Susi ini punya pesawat awalnya bukan untuk transportasi manusia, tapi untuk ekspor komoditas perikanan. Jadi nggak bergantung pada distributor-distributor yang biasanya mengurangi keuntungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja-nya Presiden Jokowi. Ibu Susi punya kebijakan penenggelaman kapal pemburu ikan ilegal, dan itu nggak cuap cuap doang, dilakuin terus tanpa henti. Juga jauh dari nuansa politikus yang biasanya banyak pencitraan, bisa deh kita bedain.

Perempuan, tapi berani menenggelamkan kapal pemburu ikan ilegal. Kebanyakan punya luar negeri, pejabat biasanya berpikir kepanjangan kalau berurusan dengan luar negeri.

Megawati Soekarnoputri

Presiden perempuan pertama Indonesia. 1986 menjajaki dunia politik. Memutuskan berpisah dari PDI dan membuat PDI-P menjadi salah satu partai besar. Menjadi pemimpin yang paling disegani di lingkup partainya. PDI-P ini dibawah kepemimpinan beliau jadi wahana yang mewadahi kemajemukan di Indonesia, yang bisa beradaptasi dengan segala tipe politisi di Indonesia. Selain itu, juga terkesan dekat sengan rakyat kecil --nggak seperti partai lain yang terlihat elitis banget.

Ketika partai-partai besar lain terpecah-belah, PDI-P dibawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri justru menguat eksistensinya. Padahal, seorang Megawati itu perempuan yang hanya mencapai pendidikan tingkat menengah atas. Tapi ketegasannya (walaupun kadang diartikan kurang baik) itu sangat jauh dari kesan "perempuan", kesan "lemah", dan kesan "pendidikan tidak tinggi".

Indira Gandhi

Mengakhiri konflik dengan mempersilakan pembentukan negara Pakistan dan Bangladesh. Ya, pemisahan negara yang secara umum banyak perbedaannya dengan India itu diinisiasi oleh seorang perempuan. 

Bahkan, Indira Gandhi disebut-sebut menjadi salah satu  perdana menteri terbaik India, karena dibawah kepemimpinannya India memulai langkah awal menjadi negara besar. Bisa dilihat sekarang, walaupun penduduknya "over", India jadi negara yang cukup disegani dalam hal ekonomi, teknologi, dan pendidikan.

Ketegasannya begitu jelas, bahkan sering disebut otoriter. Kerasnya watak Indira Gandhi tidak diragukan lagi. Indira Gandhi adalah seorang perempuan.

Angela Merkel

Jerman kalah perang pada 1945, baru bersatu antara Jerman Barat dan Timur pada 1991. Namun menjadi salah satu kekuatan terbesar eropa dan dunia di berbagai bidang pada saat ini. Merkel menjadi kuncinya. Telah menjadi kanselir (sebutan perdana menteri di Jerman) selama lebih dari 10 tahun. Tokoh paling berpengaruh kedua di dunia tahun 2012 dan 2015 versi majalah Forbes.

Menjadi garda depan penanggulangan krisis moneter 2007 - 2008. Karena kecakapannya menangani krisis, keadaan Uni Eropa sekarang jadi sangat kondusif. Sekaligus semakin membuat posisi Jerman begitu penting dan seimbang di Eropa. Belum lagi keadaan Perancis yang dirundung teror, Inggris yang bimbang tetap di Uni Eropa atau keluar. Jerman malah semakin stabil, keberagaman dijaga, keadaan di berbagai sektor semakin kuat. Piala Dunia 2014 jadi juara pula.

Terakhir, kebijakannya menerima pengungsi konflik Timur Tengah jadi penentu yang vital di Uni Eropa. Karena kebijakan itu justru bikin adem suasana antara Eropa dan Islam. Yang beberapa waktu lalu dirundung teror tak bertanggungjawab.


Ya, gue nggak paham apakah tokoh-tokoh di atas juga kerap kali menangis dibalik kekuatannya. Tapi yang jelas apa yang mereka perlihatkan begitu jauh dari kesan-kesan perempuan rata-rata seusia gue. Yang biasanya terlihat lemah.

Bahkan, dibanding laki-laki yang tergolong kuat posisinya, tokoh-tokoh di atas itu masih menang. Masih lebih tegas, lebih kuat.

Jadi, perempuan itu lemah?

2 komentar:

  1. Karena perempuan lebih memakai perasaan mereka.. karena itulah cewek gampang nangis dan jika mereka menjadi tokoh besar mereka bisa nekat melakukan perubahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju qa, berarti tinggal gimana caranya perempuan bisa ngatur perasaannya itu

      Hapus