Blessing in Disguise Ramadhan

6/06/2016 0 Comments

Eits, stop membicarakan buruk dan nelangsanya ramadhan dulu. Sekali-kali beri kesempatan baiknya ramadhan yang tersembunyi untuk keluar. Beri kesempatan keberkahan yang tersembunyi untuk memunculkan diri. Untuk membuktikan apakah benar firman-Nya yang menyebut bahwa ".........dan puasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui"

Waktu
Begitu banyak waktu yang bisa kita hemat karena puasa. Karena puasa berarti mengurangi waktu makan di antara jam 6.00 - 18.00. Otomastis jam sarapan dan makan siang "menghilang". Itu berarti ada "waktu tambahan" sekitar 1 - 2 jam.


Tapi sayangnya kebanyakan dari kita menyia-nyiakan bonus waktu 1 - 2 jam itu, kebanyakan dari kita menghabiskan bonus waktu itu untuk tidur pagi. Padahal, selain pastinya boros waktu, tidur pagi juga memicu keinginan tidur di waktu-waktu setelah kita bangun dari tidur pagi itu. Bikin mengantuk dan nggak hilang konsentrasi

Gue baru merasakan ketika nggak tidur pagi, ternyata lumayan, sampai jam 7.20 bisa dipakai untuk membaca Al-Quran sedikit-sedikit, merancang 2 desain sederhana, dan menyelesaikan pembuatan 1 formulir online. Padahal dalam situasi "wajar", dalam rentang waktu yang sama, mungkin gue baru membuka mata dan siap-siap bangun :D

Fokus
Pernah nggak sih merasa bahwa ternyata jam makan memperbanyak titik fokus? Misal nih, di jam sarapan, kita harus bersiap untuk beraktivitas tapi juga harus menyiapkan sarapan atau menyusun rencana untuk membeli sarapan sebelum mulai aktivitas di pagi hari. Begitu juga sebelum istirahat siang kita sudah memikirkan strategi makan siang menyesuaikan waktu yang ada. Padahal garapan belum rampung.


Itu yang namanya memperbanyak titik fokus. Ketika jam makan nggak lagi jadi pikiran, itu berarti titik fokus berkurang. Konsentrasi bisa bertambah karena tugas untuk fokusnya berkurang. Peluang  segala urusan terselesaikan dengan baik pun meningkat.

Makan
Biasanya, sebagian dari manusia itu malas makan. Tapi dengan adanya puasa, kemungkinan terjadinya malas makan itu berkurang drastis atau malah hampir habis. Karena ketika puasa, kan kita nggak makan-minum seharian, lapar dan haus. Hampir nggak mungkin di jam berbuka orang yang berpuasa nggak memanfaatkannya untuk minum-makan. Bahkan di jam sahur yang bikin malas pun mayoritas masih mengusahakan untuk bangun.


Sederhananya, tanpa ada yang mengingatkan lagi, manusia bakal tertib jam makannya. Nggak butuh lagi dengan keberadaan orang yang nanyain "udah makan apa belum?" :9

Perut
Yak, perut yang dijadikan hantu oleh banyak orang yang sudah masuk usia dewasa. Perut yang nggak ideal bentuknya begitu ditakutkan sama banyak orang. Parahnya, diluar Bulan Ramadhan, perut itu tadi kita temui setiap hari. Sampai ujung-ujungnya nanti kita jadi menganggap perut yang nggak ideal itu hal biasa karena terjadi terus-menerus, walaupun perut yang nggak ideal itu penggambaran sempurna dari berat badan yang nggak ideal.


Ramadhan jadi secercah harapan! Ramadhan yang berupa puasa selama 29/30 hari seringkali membuat perut dalam keadaan kosong dan membuat ukuran perut sedikit mendekati ideal. Memberikan kesempatan kepada setiap kita yang berpuasa untuk menyaksikan dan merasakan kerennya ukuran perut yang ideal hehehe. Dari situ bisa saja banyak dari kita mulai sadar pentingnya gaya hidup sehat dan kemudian mengaplikasikan selepas Ramadhan.

Tolak Ukur
Ramadhan itu dimuliakan. Banyak dari umat muslim yang ibadahnya biasa-biasa saja di bulan selain Ramadhan tapi menjadi luar biasa di Bulan Ramadhan. Bukan berarti dengan kita rajin beribadah dan beramal di bulan Ramadhan itu kemudian menjadikan kita orang yang "jago pencitraan", bukan. Itu pandangan-pandangan yang cenderung pesimis.


Justru Ramadhan jadi tolak ukur bahwa "oh, ternyata kualitas keagamaan gue bisa sebaik ini" dan "oh ternyata banyak beramal itu nggak berat, malah serasa semakin meringankan beban". Kalau diresapi dan diingat-ingat, di luar Ramadhan kita bakal terpacu karena sadar bahwa kualitas amal dan ibadah kita nggak sebaik di Bulan Ramadhan. Ketika Ramadhan yang lapar - haus - lemas saja bisa, kenapa di luar Ramadhan yang selalu dalam keadaan prima malah nggak bisa?

Kan gitu.


Agaknya sangat pas kalau di Ramadhan kali ini kita menggali potensi lebih banyak lagi -biar tau lebih banyak lagi. Katanya apa yang ada di Al-Quran itu mutlak kebenarannya, berarti penghujung Al-Baqarah : 184 di paragraf pembuka juga pasti benar dong. Puasa justru membawa berkah, bagi yang mengetahui, bagi yang menemukan keberkahan yang tersembunyi (blessing in disguise). Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa 1437 H! :)

0 komentar: